Journey to motherhood 1

Aku baru menyadari adanya kemungkinan infertilitas pada 15 bulan pernikahan. Setelah dibicarakan sama bebib (my hubby) kita putusin untuk coba ke dokter kandungan. Sejak itu hunting SPOG dimulai😀 Dokter pertama yang aku kunjungi dr.Wenny Ningsih, SPOG. Kenapa dia? Satu, karena dia perempuan. Dua, karena katanya dia lumayan bagus. Akhirnya setelah bikin janji meluncurlah kita kesana. Antriannya panjang, aku baru tau klo dokter kandungan perempuan laku keras😛 selesai konsultasi si dokter nyuruh kita untuk melakukan tes. Aku di suruh HSG (Hysterosalpingography) n hubby disuruh tes sperma. Finally setelah HSG yang sakit itu n tes sperma yang penuh ketawa2 (sumpah aneh hahaha) hasilnya keluar. Kedua tuba aku dinyatakan paten dan sperm bebib bagus (huihihi mantab juga si bebib). Kesimpulan dr.Wenny saat itu kita baik2 aja, tinggal tunggu waktu aja, whuihh legaa.

Masuk pernikahan tahun kedua, aku masih juga belum hamil. Kita pindah dokter ke dr.Budi, SPOG soalnya kita pindah rumah n dari hasil browsing katanya lumayan dingin tangannya (haduuuu). Jadi ketemulah kita sama dokter yang ternyata masih muda ini, gaol pula gayanya😀 Abis dia baca hasil HSG n analisa sperma, dia suruh aku untuk tes hormon n TORCH. Hasilnya? Hormonku bagus n TORCH negatif. Dari situ bingung d, masalahnya apa ya? Kita disuruh lagi postcoital test, tes ini fungsinya untuk tau gimana reaksi tubuh aku sama sperma suami, jumlah sperma yang masih hidup setelah ML diitung. Boo ribet sekali kayanya tes ini yaa, untungnya tes ini ud ga ada lagi di Indo, katanya sih ketinggalan jaman. Balik lagi d kita ke dr.Budi, terus beliau bilang kita coba inseminasi/IUI (Intra Uterine Insemination) aja atau coba minum Profertil selama 3 bulan berturut2. Karena kita masih males buat inseminasi, kita pilih buat coba Profertil. Cuma selama minum profertil ini perkembangan sel telur harus di monitor dan dr.Budi ga bisa memonitor soalnya dia ga tiap hari praktek di bogor. Dirujuklah kita ke dokter kandungan yang ada di bogor. Dari rekomendasi temen2, kita pilih dr. Husen Sutakaria, SPOG. Dokter ini ud 60an ternyata umurnya tapi masih keliatan 40an, orangnya tinggi besar tapi sabar banget🙂 kita certain d problem kita n kita tunjukkin semua hasil tes yang pernah dijalanin. Beliau kemudian USG rahim aku n  dia bilang rahimku ukurannya bagus😀 baru kali ini nih ada dokter yang ngomong gt. Kesimpulannya, mulailah aku minum profertil di hari ke 5 haid n aku di USG di hari ke 11 untuk liat seberapa besar sel telurnya. Selama percobaan 3 bulan, ukuran sel telur aku selalu bagus, tapi teteeep kehamilan belum juga datang. Mulai d stress melanda, semua hasil tes n progress menunjukkan klo aku baik2 aja, so what’s the problem? Hello?? belum lagi pertanyaan2 dari kerabat yang cukup annoying soal kehamilan, tambah d stressnya😦

— Continued to Journey to motherhood 2 —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s