Pro kontra IVF (Bayi Tabung)

Mau OPU foto dulu :D

Mau OPU foto dulu😀

Ternyata banyak banget yang belum begitu paham soal program ini di Indonesia dan bahkan di dalam keluarga saya sendiri😦 Bayi tabung yang dalam bahas inggrisnya adalah ivf (in vitro fertilization) merupakan salah satu program reproduksi berbantu (ART-assisted reproductive program) pada pasangan yang memiliki kesulitan memperoleh keturunan. Kenapa disebut bayi tabung? Apa bayinya dibesarkan di tabung? Hehehe ga se-harfiah itulah ngartiinnya yaa. Disebut bayi tabung karena proses pembuahan dan perkembangan embrio awalnya dilakukan di laboratorium (diluar tubuh), ga seperti pembuahan alami yang keseluruhan prosesnya dilakukan di dalam tubuh sang ibu. Jadi sebenarnya saya bilang sih istilah ivf (in vitro fertilization) lebih tepat digunakan sebenarnya daripada bayi tabung, aneh aja bayi tabung??! Bapaknya tabung juga dong kikikikik tapi berhubung bahasa indonesianya begitu ya sudahlah (deal ya pak Poerwadarminta :P)

Hal yang masih diributkan di masyarakat kita adalah (hadeuh apa sih yang ga diributin disini ckckckck) beberapa orang mengharamkan program ini karena disangka spermanya bukan dari si ayah lhoooooo???? Inilah yang bikin saya ngerasa perlu untuk nulis. Klo di luar negeri pake sperma donor itu bukan hal yang dilarang, mo ikutan program punya baby aja ga perlu kawin ko klo disana hihihi tapiiiii, itu di luar negeri…catet!! Klo di sini mo ikutan bayi tabung itu harus melampirkan ktp suami-istri + surat nikah. Klo ga ada, ga boleh ikutan. Jadi spermanya ya pasti sperma si suami. Jadi ga perlu lah yaaa diributin lagi.

Hal lain yang diributkan (ooh ada lagi) bayi tabung sama aja dengan kontrak rahim. Klo diluar negeri, hal ini sah2 aja, jadi embrio jadi pasangan suami-istri ditanamkan pada rahim perempuan lain, hal ini dinamakan ivf dengan gestational carrier. Klo di Indonesia di semua klinik fertilitas ataupun ivf yang resmi ga menyediakan program ini karena dilarang, kecuali yang memang melakukan sembunyi-sembunyi sih kita ga tau yaa, itu urusan masing-masing deh.

Hal lain lagi (haaaaa…masih ada??) katanya terlalu merekayasa, katanya klo emg udah rejekinya dikasih baby ya pasti dikasih ga perlu ikut2an bayi tabung, karena dianggap memaksakan terjadinya kehamilan. Padahal bayi tabung itu belum pasti berhasil loh, belum  tentu yang ikutan program bayi tabung pasti hamil. Banyak faktor yang bisa menyebabkan kegagalan, teknologi ini cuma bisa ‘membantu’ sampe ke tahap terjadinya embrio, bahkan ada loh yang ud susah payah program tapi sel telur n spermanya ga berhasil jadi embrio😦 Kehamilan sendiri baru terjadi klo si embrio berhasil nempel n berkembang di rahim si ibu. Naah, nempel n berkembangnya itu ga dikendaliin lagi sama si teknologi, hanya Allah yang menentukan, sama sekali ga dipaksa supaya tuh perut melendung😀

Sekian dulu penjelasannya soal ivf ya, klo mo lebih jelas silahkan konsultasi ke dokter fertilitas anda hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s